Saturday, July 31, 2010

Azab Kubur


Artikel ini diambil dari Majalah i.. semoga bermanfaat utk kita semua.. berkaitan dgn azab kubur,...

Dalil-dalil dari Al-Quran tentang Azab Kubur

Di antara dalil-dalil yang menunjukkan adanya azab kubur dari Al-Quran adalah sebagai berikut:
1. Allah SWT berfirman: “Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Firaun berserta kaum­nya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): ‘Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras’.” (Ghafir: 45-46)

Ibnu Katsir berkata: “Ayat ini adalah dalil yang paling kuat bagi Ahlus Sunnah untuk menetapkan adanya azab kubur, iaitu firman Allah “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46). Yakni, diperlihatkan kepada mereka neraka di pagi dan sore hari.

2. Allah SWT berfirman: “Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan, (iaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (Ath-Thur: 45-47)

Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi rahimahullahu berkata: “Firman Allah SWT ini, kemungkinan yang dimaksudkan adalah mer­eka diazab di dunia dengan dimatikan atau yang lainnya. Kemungkinan (yang kedua) mereka diazab di alam barzakh. Makna yang kedua ini yang lebih nampak jelas, kerana keban­yakan mereka mati dalam keadaan belum diazab di dunia. Atau kemungkinan (ketiga) maksudnya adalah umum, iaitu azab di dunia dan di akhirat (termasuk azab kubur).” (Syarh Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah, m.s. 612-613)

3. Allah SWT berfirman: “Nanti mereka akan Kami seksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (At-Taubah: 101)

Asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami berkata: “Ibnu Mas’ud r.a., Abu Malik, Ibnu Juraid, Al-Hasan Al-Bashri, Sa’id, Qatadah, dan Ibnu Ishaq, mereka mengatakan (yang kesim­pulannya) bahawa yang dimaksudkan dengan ayat tersebut adalah azab di dunia dan azab di kubur. Kemudian mereka dikembalikan ke azab yang besar iaitu neraka jahannam.” (Ma’arijul Qabul, 2/719)

4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan sesungguh­nya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat sebelum azab yang lebih besar (di akhirat). Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (As-Sajdah: 21)
Al-Imam Ibnu Katsir berkata: “Al-Bara’ bin ‘Azib, Mujahid, dan Abu Ubaidah berkata bahwa yang dimaksud adalah azab kubur.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/405)

Dalil-dalil dari As-Sunnah
Asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami ra berkata: “Dalil-dalil dari As-Sunnah yang menunjukkan adanya azab kubur sungguh telah mencapai darjat mutawatir, kerana para imam As-Sunnah, para periwayat hadis dan para pakarnya (peng­kajinya) dari sebahagian besar kalangan sahabat (telah meri­wayatkan dari Rasulullah s.a.w.). Di antaranya Anas bin Malik, Abdullah bin Abbas, Al-Bara’ bin Azib, Umar bin Al-Khaththab, Abdullah bin Umar, Aisyah, dll g. (Ma’arijul Qabul, 2/721)

1. Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi s.a.w, bersabda; “Dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dalam riwayat Muslim, dari Anas r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda: “Kalau kalian tidak saling menguburkan (jenazah), sungguh aku akan meminta kepada Allah agar memperdengar­kan sebagian azab kubur yang aku dengar kepada kalian.”

2. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Nabi s.a.w. melalui dua kuburan. Baginda bersabda: “Sesungguhnya keduanya se­dang diazab, dan tidaklah keduanya diazab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak men­jaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Baginda lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau be­lah menjadi dua bagian dan baginda pancangkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Baginda menjawab: “Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” (Muttafaqun ‘alaih)

3. Dari Aisyah r.a., dia berkata: Aku masuk kepada seorang wanita Yahudi, kemudian dia menceritakan azab kubur, maka aku mendustakannya. Kemudian Nabi s.a.w. masuk kepadaku, aku pun menceritakan kejadian itu kepada beliau. Baginda ber­sabda: “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh mereka akan diazab di kubur mereka, sehingga haiwan-haiwan pun mendengarkan jeritan-jeritan mereka.” (Riwayat Muslim)

Rasulullah Berlindung Dari Azab Kubur
Rasulullah s.a.w. berlindung dari azab kubur dan memer­intahkan umatnya untuk berlindung darinya. Dari Aisyah, dia bertanya kepada Rasulullah tentang azab kubur, maka bag­inda menjawab: “Ya. Azab kubur itu benar adanya.” Aisyah r.a berkata: “Setelah kejadian tersebut, aku tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w. melakukan solat kecuali berlindung dari azab kubur.” (Riwayat Al-Bukhari no. 1049)

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang kalian bertasyahud, hendaklah dia me­minta perlindungan dari empat perkara, hendaknya dia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejelikan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: “Bahwasanya Rasulullah s.a.w. mengajarkan doa ini kepada mereka (para sahabat) sebagaimana baginda mengajarkan sebuah surah dari Al-Quran.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)


Jenis2 azab kubur
1. Diperlihatkan neraka jahanam
Firman Allah SWT yang ertinya: “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46) Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepa­danya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Apabila dia termasuk calon penghuni Syurga, maka ditampakkan kepadanya Syurga. Apabila dia termasuk calon penghuni Neraka maka ditampakkan kepadanya Neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah SWT membangkit­kanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Dipukul dengan penukul dari besi.
Dari Anas r.a, dari Nabi s.a.w: Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut ber­tanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang lain. ”Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!”
Kemudian ia dipukul dengan penukul dari besi, te­pat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)

3. Disempitkan kuburnya.
Disempitkan kuburnya sehingga tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang hodoh wajahnya dan busuk baunya.Dalam hadis Al-Bara’ bin ‘Azib r.a. yang panjang, Rasulullah s.a.w. menceritakan tentang orang kafir set­elah mati:
“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan wap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang hodoh wajahnya, buruk pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyeksamu. Inilah hari yang da­hulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kia­mat’.” (Riwayat Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

4. Dirobek-robek mulutnya.
Selain dirobek, juga dimasukkan ke dalam tungku yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang diseksa di sungai darah, bila mahu keluar dari sungai itu dilemparkan batu pada mulutnya.Rasulullah s.a.w. berkata kepada Jibril dan Mikail seba­gaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:
“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia bercakap dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia diseksa dengan seksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia ada­lah orang yang telah Allah ajari Al-Quran, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk sembahyang malam).
Pada siang hari pun dia tidak mengamalkan­nya. Maka dia diseksa dengan seksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang diseksa dalam pembakaran, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah r.a.)

5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas.
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’
Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa ala­san yang dibenarkan oleh syariat)’.” (Riwayat Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil ra dalam Al-Jami’ush Shahih ber­kata: “Ini hadits shahih dar

3 Responses so far.

  1. daisy says:

    memang tak terjangkau akal memikirkan azab kubur.moga dijauhkan.amin...

  2. nau`zubillah...
    mudah2an kita terlepas yer...
    takut membacanya. semoga boleh jd iktibar utk kita semua.

  3. adda says:

    sokong pendapat daisy n naimatul.. mmg tak boleh nak bayangkan camne. cuma org2 yg dah "pergi" saje tau.. ee seram betul.. minta2 kita semua dijauhkan dari azab kubur. aminn

Leave a Reply

Words of wisdom

Advertisements

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
 

Click me

Top Commentor

Make your own

Leave footprint here

Counter

since 25/7/08

Sapa dpt hit 160,006 & 160,066 sila print screen & email kpd addahus@yahoo.com bagi memenangi slot ad free dari mama pipie :)

About Me

My Photo
Masa mengajar kita tentang segalanya.. Masa mematangkan kita seiring dengan usia..

Click me